Selasa, 11 September 2012

Senja dan gerimis


Banyak hal yang aku ingin angankan ketika senja tiba.
Bersamamu, misalnya.
Menertawakan banyak hal lalu berbicara tentang apa saja.
Tidak hanya itu, aku juga sering memikirkan untuk menggenggam tanganmu,
Mendengarkanmu bersenandung,
Atau membiarkanmu bersandar di pundakku,
Sambil mensyukuri nikmat Tuhan dalam senja.

Sedangkan saat gerimis turun,
Aku ingin kamu ingat tentang hangat.
Aku ingin membuat dingin takluk dalam peluk.
Aku ingin membuat degup dalam kecup.
Aku benar-benar ingin bersamamu menikmati rintik-rintik dinamis,
Atau sebut saja gerimis biar romantis.

Bagaimana jika senja datang bersama gerimis?

Aku rasa jika itu terjadi, senja akan sangat bersedih.
Karena langit merah jingga yang biasa menemaninya akan berwarna lebih gelap.
Sedangkan gerimis, dia hanya bisa membiarkan dirinya terjatuh,
Tidak banyak yang bisa dilakukannya untuk menghibur senja,
Meski itu bukan salahnya.

Entahlah, mungkin kita yang berada di antara senja dan gerimis harus belajar melawan gravitasi.
Menahan air mata agar tidak terjatuh.
Karena pasti senja dan gerimis akan membawa banyak kenangan dan beberapa kisah sedih.

Aku hanya bisa berdoa agar  ingin yang aku angankan bersamamu, bisa menjadi nyata.
Ya… semoga.
Semoga kau juga menginginkan bersamaku.


- @wira_panda dan @gerimis_



Sabtu, 01 September 2012

Rindu dan Peluk

Kepada Shasha,

hari ini aku sangat memikirkanmu...

aku sering sekali memejamkan mata saat memikirkanmu. dalam pikiranku itu, aku menciptakan sebuah dunia kecil yang hanya ada kita. Di sana kita selalu punya waktu lebih banyak dari kenyataannya dan aku tidak perlu berpamitan pulang untuk menumpuk rindu lebih banyak.

Shasha..

kamu tahu jika rindu itu hanya tercipta untuk orang yang paling kamu sayangi dan kamu syukuri keberadaannya? Ya, semoga ini membuatmu mengerti kenapa aku sering berkata "aku rindu" padamu. aku harap kamu tidak pernah bosan mendengarnya.

Shasha..

apakah kamu juga menyukai hujan sepertiku? jika iya, aku ingin sekali menghadiahi payung rindu untukmu agar kita bisa berpelukan di bawah hujanan cinta. aku ingin memelukmu yang lama sekali, mungkin eng.. sampai kita sesak napas :p


kamu tahu, Shasha..

aku suka sekali pelukan, apakah kamu juga suka? semoga saja iya, agar kita bisa saling bertukar peluk setiap hari. ah Shasha... aku benar-benar rindu kamu teramat sangat, semoga kelak Tuhan mengijinkan kita merenta dalam cinta.


Shasha, aku sayang kamu lebih dari sejuta bintang di langit dan semoga akan terus begitu sampai Aa Gym nekat pake narkoba dan Rhoma Irama mau jujur kalo rambutnya itu palsu.



ps: tulisan ini dibuat untuk pacar saya Shasha Disyacitta yang sering saya tinggal lembur kalo weekend.



Kamis, 23 Agustus 2012

Senja di Batas Khatulistiwa #8 - Djatmiko

Dik Susi Marina Dewi...

Apa kabarmu dik? Akhirnya aku berhasil lolos dari serbuan maut di gunung, rupanya Tuhan masih ingin kita bertemu. Saat ini aku sedang berada di rumah sakit daerah untuk penyembuhan luka-luka pasca perang. aku baru saja membaca suratmu kebetulan pak pos sedang berkunjung dan dia memberikan beberapa surat darimu yang tidak sempat aku terima karena sedang dalam peperangan.

Dik Susi,

Apakah dengan terpaksa kau akan menerima pinangan anak walikota yang bernama Soetopo itu?
Apakah demi orang tuamu kamu merelakan dirimu?
Ah, aku sungguh menyesali diriku yang tidak bisa berbuat banyak saat ini.
rasanya hati ini hampir mampus dikoyak-koyak sepi tiap kali aku memikirkan hubungan kita.

Kamu tahu dik?

Setiap hari aku merajut mimpi tentang kita dengan benang-benang rindu, namun selalu saja ada jarum sepi yang menusuk jemari mimpiku. rasanya sakit sekali.
Dan saat ini dik, entahlah bagaimana rasanya... aku tahu, keadaan tidak akan lebih baik meski aku mengatakan "aku baik-baik saja."

Baiklah dik, insya Allah minggu depan aku akan datang menemuimu. aku ingin menjemputmu dan berbicara baik-baik dengan keluargamu. aku sadar banyak sekali perbedaan antara aku dan kamu namun kita sama dalam satu hal. kita saling mencintai dengan cara yang sama meski dengan keyakinan yang berbeda.

Sesungguhnya dik, ada satu hal yang harus aku katakan padamu mengenai kondisiku saat ini... Dari 5 tentara yang tersisa di gunung saat itu hanya aku dan sersan Fuad yang masih hidup. namun ada satu kenyataan pahit dik, saat aku membopong sersan Fuad.. kaki kiriku tertembak dan kini... kakiku terpaksa diamputasi. Apakah kamu masih akan menerimaku dengan keadaan seperti ini?



Yang sedang dilanda rindu membabi buta..



Sersan. Djatmiko Hardjotaruno


ps: balasan surat bisa dibaca --> di sini






Sabtu, 04 Agustus 2012

Berita baru tentang #CerpenPeterpan


Hai, berikut adalah nama-nama yang terpilih masuk dalam seleksi tahap 1 #CerpenPeterpan, setelah ini akan disaring lagi oleh penerbit cerita mana saja yang akan masuk ke dalam buku (oiya, kebetulan kita sudah dapat penerbit baik hati yang siap menerbitkan project ini). buat kalian yang namanya tercantum harap mengirimkan kembali cerpen kalian ke email wiratriasmara@gmail.com dan kalau bisa diketik kembali dengan font calibri, size 11 dan spasi 1,15 (paling lambat hari rabu, boleh diedit dikit kalo merasa salah penulisan atau tanda baca tapi jangan ganti cerita). Oiya semua uang royalti rencananya akan disumbangkan untuk membeli buku bagi anak jalanan (kami masih mencari yayasannya, jika ada yang mau memberi usul silakan saja) buat yang tidak setuju royaltinya disumbangkan kalian bisa email juga ke saya.

Dan buat yang masih ingin menulis (kecuali yang sudah terpilih) atau yang kemarin tidak sempat ikutan, berikut ada beberapa lagu yang masih kosong (belum ada penulisnya) dan bisa kalian pilih, syaratnya kalian harus menulis cerpen bukan dengan tema cinta, bisa horor, komedi dll. (dan akan ditutup hari RABU (8 agustus 2012, jam 10 malam) cara pengiriman sama dengan sebelumnya, ditwit link blognya dengan #CerpenPeterpan lalu di cc: ke @wira_panda atau @monstreza atau juga @RennyFernandez dan pastikan cerpen kalian adalah original dan tidak copas darimanapun

selain itu juga di list ada beberapa nama baru yang memang kami request untuk menulis cerpen dengan tema di luar cinta, mereka adalah @pipis, @irielparmato, @Dear_Connie dan @ShashaDisya yang memang tulisannya cukup bagus.


Taman Langit:
1. Sahabat | "Bayangan Teman" - @gelaph
2. Aku dan Bintang |  
3. Semua Tentang Kita | @chachathaib
4. Dan Hilang | “Dan Hilang” - @fitritash
5. Satu Hati |
6. Mimpi Yang Sempurna | 
7. Taman Langit | “Taman Langit” - @liakhairunnisa
8. Yang Terdalam | "Tak Pernah Kembali " - @RennyFernandez
9. Tertinggalkan Waktu | "Tertinggalkan Waktu" - @rizkadventure
10. Kita Tertawa | "Kita (Pernah) Tertawa" - @myaharyono
11. Topeng |

Senyawa – Kompilasi:
Menunggumu (ft. alm. Chrisye) | “Harap Tunggu” - @rivelno

Bintang di Surga:
1. Ada Apa Denganmu |
2. Mungkin Nanti | @irielparmato
3. Khayalan Tingkat Tinggi | "Khayalan Tingkat Tinggi" - @nanariesna
4. Di Belakangku | "Di Belakangku" - @ijotoska
5. Kukatakan Dengan Indah | “Jeda” - @omemdisini
6. Dua Dalam Satu Dunia (2DSD) | "Melawan Dunia" - @rhesarudiansyah
7. Di Atas Normal |
8. Aku |
9. Masa Lalu Teringgal | "Roda Masa Lalu" - @erlinberlin13
10. Bintang di Surga | “Bintang di Surga untuk Bintang” - @biolahitam

OST Alexandria:
1. Tak Bisakah | “Tak Bisakah (Kau Menungguku)” - @ekaotto
2. Jauh Mimpiku | "Monolog Mimpi” - @heykandela
3. Membebaniku |
4. Menunggu Pagi | "Menunggu Pagi" - @dendiriandi
5. Langit Tak Mendengar | "Langit Tak Mendengar" - @faannniiii_

Hari Yang Cerah:
1. Menghapus Jejakmu | @iphankdewe
2. Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi | "Hari Yang Cerah?" - @loratemp
3. Di Balik Awan | @Dear_Connie
4. Kota Mati | "Berkereta" - @tuannico 
5. Melawan Dunia | "Langkah yang Terhenti" - @commaditya
6. Sally Sendiri | “Sally Senang Berlari” - @idrchi
7. Lihat Langkahku | “Melangkah Tanpamu” - @zulhaq_
8. Bebas | "Tak Peka Luka..."  - @windree
9. Cobalah Mengerti | "Sampah di gantungan Ranjang" - @myARTasya
10. Dunia Yang Terlupa | "Menebus Mimpi" - @soyidiyos

Sebuah Nama, Sebuah Cerita:
1. Walau Habis Terang | "Biarkan Semua Seperti Seharusnya" - @heykila
2. Dilema Besar |
3. Tak Ada Yang Abadi | "Di Ujung Senja, Padma Membunuhnya" - @I_am_BOA


Terima kasih dan tidak melayani pertanyaan di twitter, kalau mau bertanya tinggalkan comment di blog ini :)




Sabtu, 28 Juli 2012

Dara #CerpenPeterpan


Dara jangan kau bersedih
Ku tahu kau lelah
Tepiskan keruh dunia
Biarkan mereka... Biarkan mereka..

Sebuah puisi kutulis untuk Dara, separuh jiwaku… surgaku. Dara, entah dimana dia sekarang… tak ada seorangpun yang tahu. Sejak dia memutuskan untuk pergi berkeliling dunia mencari cinta sejatinya 2 tahun lalu, dia tidak pernah kembali lagi. Sementara aku yang telah lama memendam cinta padanya hanya bisa diam dan tak menahan kepergiannya. Bodohnya aku.

Seandainya saja kau mau mengerti Dara, mungkin kau bisa menemukan cinta sejatimu di diriku dan pasti keadaan tak akan sesulit ini untukmu, untukku dan untuk kita. Sekarang aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri yang tak menahan kepergianmu. Setiap hari tangan lenggangku ini terpaksa memeluk tubuhku sendiri dan beberapa kenangan yang pernah kita buat bersama. Dara, aku merindukanmu.

Dara, setiap hari keadaanku makin parah. Aku tak ubahnya sisa-sisa hujan yang menggenang lalu mengenang di jalanan berlubang, menunggu matahari menguapkanku menjadi awan dan berdoa pada Tuhan, berharap awan ini akan berjalan menuju tempatmu dan menjatuhkanku sebagai hujan yang pelan-pelan menyentuh kulit halusmu.

Tenangkan hati di sana
Tertidur kau lelap
Mimpi yang menenangkan
Biarkan semua

Kadang aku ingin berada di hari kemarin, terjebak berjam-jam tawa dan canda bersamamu sambil menuliskan lagi sebuah kenangan dalam hidup. Cinta yang diam-diam kusembunyikan darimu ini ternyata pelan-pelan membunuhku, maafkan aku Dara. Harusnya tak begini.

Dara, cintaku yang begitu besar membuatku begitu kecil dihadapanmu, bahkan untuk sekedar berkata “aku sayang kamu” sangat sulit, lidahku kelu melihatmu. Aku takut kau akan meninggalkanku ketika aku mengubah semua pertanyaan-pertanyaan hati ini menjadi pernyataan hati. Tapi kini aku menyesal, karena ternyata kau tetap pergi dan pernyataan hatiku tetap jadi pertanyaan. Semoga kau tenang di sana, karena itu pilihanmu.. Dara.

Kurangi beban itu
Tetap lihat kedepan
Tak terasingkan dunia
Dua jiwa perih

Sejujurnya Dara, aku ingin sekali menjadi bagian dari lamunanmu yang sering kau ceritakan itu, yang sering membuatmu tertawa malu-malu. Tapi tidak dara, aku terlalu pengecut untuk menjadi bagian dari pikiranmu meski hanya sedikit saja. Aku hanyalah seorang yang gemar mengurung diri di pikiranku sendiri sambil memeluk kenangan kita. Tragis, seandainya saja memiliki itu semudah mencintai.

Dara, aku harap masih ada kesempatan di sana, di cintamu itu yang akan jadi tempat kita berdua dan hati yang menyatu. Aku selalu mendoakanmu di sini, semoga kau baik-baik saja di sana.

Tuhan, aku tenang jika dia senang… biarlah dia aku kenang.

                                                                                                                                                                                                                    @gerimis_



Jumat, 27 Juli 2012

Luna Kelam #CerpenPeterpan


Sudah hampir pukul 11 malam. Aku masih berada di kawasan terminal blok M menunggu bus yang akan mengantarku menuju kampung melayu. Sambil menunggu bus datang, aku melihat-lihat lukisan yang berada di lapak pinggir jalan. Seorang pelukis tua tampak sibuk menggambar, aku mendekatinya pelan-pelan karena takut menggangu konsentrasinya. Pelukis itu mewarnai kanvasnya dengan cat hitam yang cukup pekat, lalu ia memberi sedikit warna putih yang tipis pada kanvas hitam itu.

“Lukisan ini aku buat khusus untukmu.” Kata pelukis tua itu

Aku kebingungan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri

“Tidak usah bingung anak muda hanya ada kau di sini, tidak ada siapa-siapa lagi. Aku berbicara padamu.” Lanjutnya
“Untukku? Kenapa?” Tanyaku dengan nada heran
“Ya, karena lukisan ini tercipta saat aku melihatmu berjalan dari seberang sana.”
“Lalu apa maksud lukisan ini? Hanya warna hitam dan sedikit warna putih.”
“Ini tentang dirimu, anak muda. Kisah cintamu yang coba kau sembunyikan.”
“Maksudmu?”
“Wajahmu, lalu cara berjalan dan gestur tubuhmu itu telah menunjukkan padaku jika kau punya masalah dalam percintaan.”
“Kau pasti hanya menerka-nerka saja bukan?”
“Mungkin kau tidak percaya padaku, namun semua orang yang datang ke sini pasti punya masalah percintaan.”

Tiba-tiba tubuhku gemetar, entah apa yang terjadi.. mungkin saja karena angin malam yang dingin. Aku pun mengambil rokok kretek dari saku kemejaku, kemudian membakarnya dan menghisapnya dalam-dalam.

“Siapa kau sebenarnya, pak?” Tanyaku
“Aku hanya seorang pelukis tua, nak.”
Aku terdiam memandang pelukis tua itu, dia menggoreskan kuasnya dengan hati-hati pada kanvasnya.
“Siapa nama wanita itu? Tanyanya
“Wanita? Wanita apa? Jawabku kebingungan
“Wanita yang membuatmu seperti ini. Jika kau mau, kau bisa menceritakannya padaku”

Aku terdiam beberapa saat.

“Luna, wanita itu bernama Luna.”
“Lalu apa yang terjadi antara kau dan Luna?”

Seketika pikiranku berputar dan kembali mengingat saat terakhir aku bersama Luna. Bandung, akhir September minggu ke-dua setelah lebaran. Aku dan Luna duduk di sebuah coffee shop yang bernuansa klasik, kami sama-sama terdiam memandang gelas kopi yang sudah hampir habis, sementara itu sayup-sayup terdengar sebuah lagu dari speaker tua yang berada di pojok ruangan.

Pernah ku simpan jauh rasa ini
Berdua jalani cerita
Kau ciptakan mimpiku
Jujurku hanya sesalkan diriku

“Kamu yakin dengan pilihanmu itu?” Tanyaku
“Entahlah, tapi aku harus yakin.” Jawab Luna
“Kenapa seperti itu? Bukankah itu sama saja membohongi hatimu sendiri?”
“Mengertilah Aksara, sepertinya dia memang lelaki yang tepat untukku.”
“Percayalah Luna.. dia bukan orang yang tepat, aku hanya kalah cepat.” (*)

Luna terdiam, aku memandang wajahnya tanpa pernah sedikitpun mengalihkan pandanganku. Wanita yang kucintai ini akan menikah dengan kekasihnya, dengan pria yang lebih dulu memilikinya jauh sebelum aku mengenalnya.

Kau tinggalkan mimpiku
Dan itu hanya sesalkan diriku

“Lalu, kau membiarkan Luna menikah dengan lelaki lain?” Tanya pelukis tua itu
“Ya, aku merelakannya pak. Aku mengenal Luna saat dia sudah menjadi kekasih orang lain”
“Kenapa? Kau tidak mau memperjuangkan cintamu?”
“Bukan, bukan seperti itu pak.. hanya saja aku berpikir jika perasaan cinta ini malah menyakiti orang lain, aku tidak mau menjadi orang yang egois. Mungkin ini memang belum saatnya untukku dan Luna.”
“Hahahahaha… Jangan bilang jika kau ini tipe orang yang percaya jika cinta tidak harus memiliki.”
“Memang, aku meyakini hal itu.” Jawabku sambil mematikan rokok
“Dengar aku baik-baik, nak. Jika cinta tidak harus memiliki maka tidak akan ada orang yang mau menikah.”
“Memang betul, tapi jaman sekarang banyak kok orang yang menikah tanpa cinta.”
“Ya, dan mereka tidak bahagia.”

Aku terdiam lagi, namun entah apa yang bisa aku lakukan saat ini. Luna sudah menikah dengan lelaki pilihannya, sementara aku masih terjebak dalam bayang-bayangnya.

“Lalu, aku harus bagaimana pak?”
“Duduklah nak, tempat ini memang disediakan untuk mereka yang sudah lelah dengan cinta. Beristirahatlah sejenak, ajak masa lalumu berbicara baik-baik lalu ucapkan perpisahan setelahnya.”

Aku duduk di samping pelukis tua itu, sementara dia menambahkan sedikit warna kuning di sudut kiri atas lukisannya.

“Selesai sudah, lukisan ini untukmu nak.” Kata pelukis tua itu sambil menyerahkan kanvasnya

Aku menatap lukisan hitam berselimut kabut putih yang ada sedikit gambar bulan tertutup awan di bagian atasnya.

“Lukisan ini kuberi judul Luna kelam, ya ini menceritakan kisah cintamu bersama Luna yang terselimuti kabut tipis. Lupakan dia nak, kelak kau akan menemui cinta yang sesungguhnya dimana keadaan bisa menerimamu baik-baik.”
“Terima kasih, pak.. semoga saja.” Jawabku sambil terus memandang lukisan itu

Tiba-tiba saja pelukis tua itu menghilang dari hadapanku, aku terdiam memandang lukisan Luna kelam. Mungkin memang ini saatnya aku melupakan Luna dan melanjutkan hidupku sebagaimana mestinya.

Ku harus lepaskanmu, melupakan senyummu
Semua tentangmu tentangku hanya harap
Jauh ku jauh mimpiku dengan inginku


nb: (*) sebaris kata dari twitnya @frzlt & judulnya terinspirasi dari lagunya Erros So7 yg buat (alm) Chrisye




Minggu, 22 Juli 2012

#CerpenPeterpan

Hai.. berhubung tadi gw lagi iseng-iseng ngobrolin soal lirik-lirik lagunya Peterpan yang ternyata penuh makna sama @monstreza dan @RennyFernandez eh tiba2 malah kepikiran buat bikin cerpen dari lagu-lagunya Peterpan..

Nah rencananya sekalian kita iseng-iseng latihan nulis cerpen, kalian pilih satu lagu Peterpan yang mau dijadiin cerpen, usahakan jangan sama. tulis cerpen kalian di blog, tumblr atau apapun yang kalian punya... lalu pada hari sabtu mulai jam 11 pagi (28 Juli 2012) akan kita posting bareng-bareng linknya dengan hastag #CerpenPeterpan. inget ya, diposting di blog sendiri, biar orang lain bisa baca makanya pake hastag, supaya mudah disearch :)

contoh posting di twitter : #CerpenPeterpan Luna Kelam --> http://t.co/EGCG8TUo

Untuk saat ini beberapa lagu sudah terpilih, antara lain :

@wira_panda "Jauh Mimpiku" http://t.co/IdgJOpdK
@RennyFernandez "Yang Terdalam" http://t.co/f8sOWdRD
@tuannico "Kota Mati" http://t.co/jxhBHBjh
@heykila "Walau Habis Terang" http://t.co/IeAxJm7y
@monstreza "Di Balik Awan" http://t.co/RtBkoScF
@commaditya "Melawan Dunia" http://t.co/ICng2NWg + http://t.co/9o4wmwU0
@ijotoska "Di Belakangku" http://t.co/c1q5QXGp
@sazaleea "Ku Katakan Dengan Indah" http://t.co/Jkr5JdS2
@adamfirliansyah "Sally Sendiri" http://t.co/iCnuvtTm
@faannniiii_ "Langit Tak Mendengar" http://t.co/YIzTRlit
@nanariesna "Khayalan Tingkat Tinggi" http://t.co/gjLp7Lb1
@risma_hutauruk "Mungkin Nanti" http://t.co/iyuv7xD2
@I_am_BOA "Tak Ada Yang Abadi" http://t.co/UX0oOV3y
@edutria "Semua Tentang Kita"
@rahmatnf "Aku dan Bintang" http://t.co/FZjRtZdv
@ArryFJRN "Menunggumu"
@iphankdewe "Menghapus Jejakmu" http://t.co/I35cAN4I
@dytaaiclik "Satu Hati" http://t.co/Q73MzK8A
@dendiriandi "Menunggu Pagi" http://t.co/VpzUNYgw
@itashn "Cobalah Mengerti" http://t.co/AsThyy56
@erlinberlin13 "Masa Lalu Tertinggal" http://t.co/OSvcfsGM
@furcqon "Taman Langit"
@tassianinski "Separuh Aku" http://t.co/IUqcPRFD
@oriiind "Tak Bisakah" http://t.co/laoalBjQ
@ninaaboboo "Ada Apa Denganmu"
@adidadamu "Topeng"
@airindevanty "Aku" http://t.co/sq8OpFfq
@gayustra "Dilema Besar" http://t.co/NJX2VI4X
@qushoyMOU "Mimpi Yang Sempurna" http://t.co/bFJvI7Bw
@windree "Bebas" http://t.co/teVlkQIE
@hennyrahayu "Bintang di Surga" http://t.co/HVRa5Ydy
@ridoarbain "Lihat Langkahku"
@dhieant "Dan Hilang" http://t.co/LTsBcb3p
@bumihr "Di Atas Normal" http://t.co/baJdVN4a
@rizkadventure "Tertinggalkan Waktu" http://t.co/4KXbHcPJ
@rhesarudiansyah "2DSD" http://t.co/6EBcrqm8
@gelaph "Sahabat" http://t.co/AfmbAt68
@myaharyono "Kita Tertawa" http://t.co/uilDmlgf
@loratemp "Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi" http://t.co/Alc3igX7
Megan "Membebaniku" 
@sonianaggi "Dunia Yang Terlupakan" http://t.co/m6SqoLiT
@harrykajoddy "Kota Mati" http://t.co/zuC5sGZU  
@JuSeek "Dunia Terlupa" http://t.co/TK4Sd3A9
@cekinggg_ "Di Belakangku" http://t.co/17KZ7rjf 
 

Oke, untuk yang mau ikutan, silahkan tulis lagu yang kalian pilih di tab comment, kalau bisa jangan lagu yang di cover kaya "Kupu-kupu malam", "Kisah cintaku" atau "Ayah"... Mari kita bersenang-senang bersama bintang di balik awan... tengkyuuu...


Semoga ada penerbit yang tertarik membukukan #CerpenPeterpan ini yaa teman-teman, amin :)


Note: teman-teman, tolong jangan ganti lagu lagi yaa.. karena kasian yang belum milih kalo kalian ganti lagu terus. buat yang pengen lagunya sama, bisa diposting di hari minggu dengan hastag yang sama juga #CerpenPeterpan tengkyuuuu :)